9 METRIK YANG DIGUNAKAN PARA STARTUP
Mata Kuliah: Etika Profesi dan Kewirausahaan
Dosen: Yosephine Sembiring
----------------------------------------------------------------------------------------------
1. Metrik Customer Acquisition Cost (CAC)
Selain metrik
pendapatan yang seringkali kita buat dalam menyiapkan sebuah bisnis, CAC
juga merupakan salah satu metrik yang penting jika bisnis Anda berada
pada tahap awal pertumbuhan. CAC akan membantu Anda menghitung biaya
yang dikeluarkan untuk menggaet pelanggan.
Untuk menghitung biaya CAC Anda perlu membagi jumlah penjualan dan pemasaran yang di dalamnya termasuk biaya
overhead untuk suatu periode tertentu dengan jumlah pelanggan yang Anda dapatkan dalam periode tersebut.
Jika
biaya CAC tinggi itu menandakan Anda terlalu banyak menghabiskan uang
untuk mendapatkan pelanggan baru. Salah satu cara untuk menekan biaya
tersebut Anda perlu mengoptimalkan
landing page dan
sign up page sebagai corong informasi calon pelanggan Anda.
2. Metrik Customer Retention
Banyak orang terlalu terobsesi dengan bagaimana menggaet pelanggan dan melupakan mempertahankan pelanggan. Metrik
customer retention
membantu Anda untuk memcahkan fokus Anda pada menggaet pelanggan kepada
bagaimana mempertahankan pelanggan. Sebab terkadang biaya yang
diperlukan untuk menggaet pelanggan bisa lebih mahal dibanding
mempertahankan pelanggan.
Untuk membangun metrik
customer retention
setidaknya Anda harus memperhatikan beberapa keperluan pelanggan. Salah
satunya menanyakan pelanggan yang aktif tentang tingkat kepuasan mereka
dan apa yang inginkan dan pelanggan yang sudah tidak aktif tentang
alasan mereka dan apa yang bisa membuat mereka kembali. Menjaga
loyalitas pelanggan bisa sangat penting bagi citra layanan bisnis Anda.
3. Metrik Churn
Masih
berkaitan dengan mempertahankan pelanggan. Metrik Churn dapat membantu
Anda menyiapkan seberapa banyak pelanggan yang berhenti menggunakan
layanan Anda dan beralih ke layanan pesaing.
Salah satu cara untuk menjaga tingkat
churn
rendah adalah terus mencari tahu apa yang sebenarnya menjadi alasan
pelanggan meninggalkan layanan Anda. Semakin sering Anda terlibat
pembicaraan dengan pelanggan Anda mereka akan merasa dihargai dan dengan
suka rela memberikan masukan agar layanan Anda lebih baik dan tetap
terus menjadi pelanggan Anda.
4. Metrik Live Time Value
Metrik
live time value (LTV) ini sangat penting untuk memberikan angka
seberapa lama pelanggan tetap Anda bertahan dan biaya yang dikeluarkan
untuk itu. Itu berarti pertama Anda harus tahu berapa lama pelanggan
bertahan dengan layanan Anda. Ini bisa menjadi 6 bulan, 12 bulan atau
lebih. Kemudian Anda kalikan pendapatan bulanan Anda harapkan dari
pelanggan itu dan Anda mendapatkan LTV. Perlu diingat bahwa itu juga
harus mencakup biaya yang terkait dengan instalasi atau pemeliharaan
produk Anda. Jika CAC lebih tinggi dari LTV Anda maka bisa diperkirakan
bisnis Anda akan mengalami kebangkrutan.
5. Metrik Metabolisme Produk
Metrik metabolisme produk ini
digagas
oleh Dustin Dolginow. Sebuah matrik yang pada dasarnya mengukur
kecepatan di mana Anda dan perusahaan Anda bergerak dan membuat
keputusan. Layaknya metabolisme dalam tubuh manusia, metabolisme produk
biasanya tinggi pada tahap awal startup. Selanjutnya setelah mulai
dewasa, metabolisme akan perlahan-lahan melambat.
Salah satu cara untuk menjaga metabolisme produk adalah dengan melakukan tindakan
balancing.
Jika Anda bergerak terlalu cepat maka Anda akan menciptakan
instabilitas. Jika Anda bergerak terlalu lambat mungkin Anda akan
menyakiti pelanggan Anda.
6. Metrik Viral Coefficient
Metrik
ini berfungsi untuk mengukur pertumbuhan organik perusahaan Anda.
Biasanya startup awal akan memulai langkah mem-viral-kan produk dengan
mengundang teman-teman atau kenalan untuk menggunakan produk. Jika
produk baik maka
user beta ini akan memberitahu teman-teman yang lain untuk menggunakan produk tersebut.
Cara
lainnya adalah memanfaatkan media sosial seperti Twitter atau
Facebook. Melalui dukungan media sosial Anda bisa menetapkan
angka-angka seperti set awal pelanggan, jumlah konversi anggota, dan
data-data terkait ketenaran produk Anda.
7. Metrik Pendapatan
Seperti
sudah disebutkan sebelumnya metrik pendapatan merupakan salah satu
matrik terpenting dan paling banyak mendapatkan perhatian. Metrik ini
berisi pendapatan dari bisnis Anda, bisa dari hasil penjualan, bunga,
atau biaya-biaya lainnya yang menghasilkan uang bagi bisnis Anda.
Pendapatan
tidak datang dengan mudah. Banyak sekali langkah-langkah yang harus
diperhatikan untuk mendapatkan pendapatan dan tidak menimbulkan risiko
dan ketidakpuasan dengan pelanggan. Jika Anda memiliki produk yang baik
pastikan Anda memiliki tingkat konversi yang tinggi dari yang semula
pelanggan gratis menjadi pelanggan yang berbayar.
8. Metrik Aktivasi
Menyambung
pembahasan tentang konversi pengguna di poin ke-7, metrik aktivasi ini
berfungsi untuk merangkum itu semua. Mulai seberapa banyak yang
menggunakan
trial hingga akhirnya memutuskan menjadi pelanggan
tetap dan tidak menggunakan sama sekali. Sekali lagi matrik aktivasi
adalah bagian evaluasi yang pas bagi startup di tahap awal maupun yang
sudah mapan.
9. Metrik Referral
Metrik ini merupaka bagian
dari metrik viral. Metrik ini menghitung seberapa efektif dan efisien
metode menggaet pengguna berdasarkan hasil rujukan atau dari pengguna
yang sudah ada. Semakin tinggi angka rujukan secara otomatis CAC akan
rendah sehingga menjadi sebuah keuntungan bagi bisnis Anda.